Kamis, 07 Oktober 2010

Tips memilih mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia

Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia merupakan mobil yang di cari-cari oleh setiap orang khususnya bagi setiap keluarga Indonesia yang membutuhkan mobil untuk mobilitas tinggi dan sedang maupun rendah. Tentunya ini akan menjadi mobil idaman. Yang namanya mobil keluarga yang ideal tentunya memiliki beberapa ciri khas tertentu sesuai kebutuhan keluarga, misalnya : tempat duduk hendaknya 3 baris, adanya kemudahan memasang kursi bayi/anak-anak, fitur-fitur keamanan, dan hal lainnya.

Mobil Keluarga Ideal Terbaik IndonesiaDalam memilih mobil keluarga ideal yang terbaik terdapat banyak pilihan. Sedan merupakan salah satu pilihan mobil keluarga cuma hanya memiliki 2 baris tempat duduk, sepertinya ini menjadi kurang lapang. Pilihan bijak bagi pemilihan Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia adalah dari jenis minivan maupun SUV (sport utility vehicle) yang lebih menyerupai station wagon, demikian juga dari jenis multi-purpose vehicles (MPV maupun Large-MPV) atau multi-utility vehicles (MUV). Jenis-jenis ini memiliki 3 baris tempat duduk dengan konfigurasi 2-2-3, 2-3-2, atau 2-3-3, tapi tidak disarankan menjadi konfigurasi 3-3-3 karena area supir menjadi lebih sempit. Dengan konfigurasi tempat duduk seperti itu (kecuali yang 3-3-3) mobil keluarga akan lebih terasa nyaman, apalagi didukung dengan kemampuan bangku belakang yang bisa dilipat untuk penempatan barang keluarga.

Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia

Mobil keluarga lebih merujuk kepada mobil yang ideal dan nyaman bagi keluarga pergi berbelanja, pulang kampung, berlebaran, berlibur, mengunjungi tempat wisata, mengunjungi nenek/kakek, berkebun, memancing, atau sekedar mengantar anak-anak ke sekolah beramai-ramai. Dalam hal ini, mobil keluarga yang ideal dan terbaik adalah mobil yang fleksibel untuk berbagai tujuan (multi-purpose). Mobil keluarga ini, dengan pengertian tersebut, berarti bisa juga untuk dipakai pergi ke kantor, ketemu teman bisnis, bahkan bisa dijadikan mobil kantor (mobile-office) yaitu mobil yang dijadikan kantor bergerak.

Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia

Mobil Keluarga Ideal Terbaik IndonesiaSalah satu yang sangat berkembang dan menjadi idaman bagi perorangan maupun keluarga di Indonesia dari merek Toyota. Bahkan Majalah Parents dan AAA (American Automobile Association) mengeluarkan semacam rekomendasi bagi Toyota Sienna. Di Indonesia Toyota Sienna lebih dikenal sebagai Toyota Kijang Innova, dengan demikian sangatlah cocok Toyota Kijang Innova menjadi Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia.
BACA SELENGKAPNYA - Tips memilih mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia

Rabu, 07 April 2010

Bukan Sekedar Blogger Bertuah

Bagi para blogger yang sudah lama berkecimpung di dunia blogsphere, ajang Kontes SEO mungkin sudah tidak asing lagi dan pastinya sudah pernah mengikuti kegiatan tersebut. Bagi saya sebagai blogger pemula yang baru setahun belakangan ini memasuki dunia blogsphere, ini merupakan SEO kontes pertama yang saya ikuti. Dengan maksud tentu saja menjadi pemenang dan memperoleh hadiah, juga peningkatan traffic dan rank pada blog saya.

Semoga saja SEO kontes "Bukan Sekedar Blogger Bertuah" ini dapat memotivasi saya dan teman-teman Bertuah lainnya untuk dapat terus berkarya dan selalu update dalam dunia blogsphere dan era gadget sekarang ini. Dan juga dapat lebih mempererat tali silaturahmi sesama blogger Bertuah.



Kontes SEO "Bukan Sekedar Blogger Bertuah" di sponsori oleh ;



BACA SELENGKAPNYA - Bukan Sekedar Blogger Bertuah

Selasa, 07 Juli 2009

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Gambaran perkembangan kondisi sosial daerah merupakan salah satu tolok ukur untuk melihat sejauhmana keberhasilan program pembangunan kesejahteraan sosial yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru. Salah satu indikator yang dapat menggambarkan kondisi tersebut adalah Indeks Pembangunan Manusia. Menurut United Nations Development Program (UNDP), pembangunan manusia didefinisikan sebagai suatu proses memperbesar pilihan-pilihan bagi penduduk. Dari definisi tersebut, ditegaskan bahwa fokus pembangunan yang sesungguhnya adalah penduduk atau manusia itu sendiri. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa konsep pembangunan manusia sebagai suatu upaya pembangunan kemampuan diri manusia yang mengandung empat unsur, yaitu produktivitas, pemerataan, kesinambungan dan pemberdayaan.

Angka Melek Huruf (AMH), didefinisikan sebagai proporsi penduduk berusia 15 tahun keatas yang dapat membaca dan menulis dalam huruf latin atau lainnya, terhadap jumlah penduduk usia 15 tahun atau lebih. Sedangkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS), adalah rata-rata lama belajar yang telah ditempuh oleh penduduk 15 tahun keatas sepanjang hidupnya yang dimulai dari pendidikan dasar, dengan uraian sebagai berikut : Perkembangan AMH sampai dengan tahun 2005 mengalami kenaikkan menjadi sebesar 99.7% dari 99.3% pada tahun 2002. Demikian juga halnya dengan RLS yang pada tahun 2005 mengalami kenaikan menjadi sebesar 11.3 tahun dari 11.1 tahun pada tahun 2002.

Pembentukan dan/atau perkembangan indikator AMH dan RLS tersebut tentunya tidak terlepas dari perkembangan sejumlah indikator yang terangkum dala bidang pendidikan, seperti : indikator akses pendidikan (Angka Partisipasi Murni/APM dan Angka Partisipasi Kasar/APK) dan indikator mutu pendidikan (Angka Mengulang, Angka Putus Sekolah, dan Angka Lulusan). Ini menunjukkan bahwa beberapa indikator akses pendidikan dan mutu pendidikan diyakini mampu memberikan pengaruh dan/atau kontribusi terhadap pencapaian indikator Angka Melek Huruf dan Rata-Rata Lama Sekolah.


BACA SELENGKAPNYA - Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Senin, 06 Juli 2009

Sosial Budaya Daerah

Sebagai kota metropolitan, Pekanbaru secara fisik dan ekonomi memang telah berkembang secara luar biasa, tetapi yang menjadi masalah pertumbuhan kota yang ekspansif itu ternyata masih perlu diimbangi oleh tingkat perkembangan bidang sosial budaya yang memadai, seperti aspek kesehatan, pendidikan dan pertumbuhan kesempatan kerja bagi penduduk yang bertambah cepat. Untuk mengetahui sejauh mana kemajuan program pembangunan bidang sosial-budaya di Kota Pekanbaru setidaknya harus berkaca pada dua hal. Pertama sejauh mana kota itu telah mampu menyediakan layanan fasilitas publik dan lapangan pekerjaan yang memadai bagi penduduknya, khususnya bagi penduduk miskin kota. Kedua sejauh mana kebijakan dan kemajuan sebuah kota dapat sejajar dengan kepentingan upaya mengembangkan kualitas pembangunan manusia. Sebuah kota yang tumbuh besar secara fisik dan ekonomi, tetapi tetap memperhatikan kebutuhan dan kesejahteraan sosial masyarakat.


BACA SELENGKAPNYA - Sosial Budaya Daerah

Minggu, 05 Juli 2009

Kondisi Keuangan Daerah

Di bidang keuangan daerah, pendapatan Daerah Kota Pekanbaru selama 5 tahun terakhir, baik secara absolut maupun relatif cenderung mengalami peningkatan, yaitu dari Rp.346.226.974.774,- (2001) menjadi Rp.833.930.921.527 (2005), atau rata-rata setiap tahunnya mengalami peningkatan sekitar 24,67.%. Peningkatan pendapatan daerah yang relatif besar terjadi sejak Tahun 2001 sebagai dampak dilaksanakannya otonomi daerah sebagai amanat Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah serta Undang-undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Keuangan Daerah.

Komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD), meskipun selama 5 tahun terakhir peranannnya masih pada posisi ke-2 setelah Dana Perimbangan namun memiliki perkembangan (trend) yang terus meningkat dari tahun ke tahun, yaitu dari Rp. 37.615.518.829,- pada Tahun 2001 menjadi Rp.86.945.155.571,- pada Tahun 2005, dan kenaikkan tersebut lebih didorong oleh adanya kenaikkan yang dialami oleh hampir seluruh sub-sub komponen yang ada dalam PAD, yaitu : Pajak Daerah; Retribusi Daerah dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah, kecuali untuk sub komponen Hasil Perusahaan Daerah dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan mengalami penurunan dalam 2 tahun terakhir.

Untuk komponen Dana Perimbangan, peranannya selama 5 tahun terakhir dalam ikut membentuk total Pendapatan Daerah cenderung menunjukkan peningkatan, yaitu dari Rp.302.391.655.079,- Tahun 2001 menjadi Rp.604.549.843.045,- Tahun 2005. Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan hampir semua unsur Dana Perimbangan, yaitu Bagi Hasil Pajak, Bagi Hasil Bukan Pajak dan Dana Alokasi Umum. Bagi Hasil Pajak pada Tahun 2001 berjumlah Rp.44.082.047.761,- meningkat menjadi Rp. 66.939.824.281,- pada Tahun 2005, Bagi Hasil Bukan Pajak Tahun 2001 berjumlah Rp.113.670.107.318,- meningkat menjadi Rp.289.298.910.014,- pada Tahun 2005. Dana Alokasi Umum pada Tahun 2001 berjumlah Rp.143.007.500.000,- meningkat menjadi Rp.183.486.000.000,- pada Tahun 2005, meski sempat mengalami penurunan pada Tahun 2002 dan 2003. Adapun Dana Alokasi Khusus pada menunjukkan kondisi yang lebih fluktuatif.

Beberapa kesimpulan yang dapat ditarik dari perkembangan fenomena pendapatan daerah tersebut adalah sebagai berikut :

- PAD, mengalami peningkatan yang relatif konsisten, yaitu rata-rata 23,34 persen pertahun selama Tahun 2001 sampai dengan Tahun 2005. Peningkatan ini harus tetap dijaga dengan melaksanakan intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah tanpa mengabaikan kepentingan jangka panjang, yaitu meningkatkan peluang investasi dan kesempatan kerja bagi masyarakat.

- Dana perimbangan, dalam 5 tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan, hal tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (Sumber Daya Alam). Namun untuk jangka panjang sumber pendapatan ini bisa menurun mengingat Sumber Daya Alam di Provinsi Riau yang utama adalah minyak bumi yang merupakan sumber daya alam tidak dapat diperbaharui (unrenewable natural resources), sehingga pada waktunya nanti akan habis. Berpijak dari hal tersebut, kedepan komponen dana perimbangan akan sangat ditentukan oleh pos Bagi Hasil Pajak.


BACA SELENGKAPNYA - Kondisi Keuangan Daerah